top of page

Tren Desain Interior Hospitality Saat Ini: Yang Lagi Kita Liat di Hotel, Restoran, dan Wellness Space

14 Okt
4 menit membaca

Desain hospitality lagi geser dari space yang cuma keliatan bagus di foto ke space yang bikin orang ngerasain sesuatu. Guest tetep mau yang cantik, tapi mereka juga mau comfort, karakter, dan alasan buat stay lebih lama. Tren di bawah ini, diambil dari forecast industri dan apa yang kita liat di project commercial, berlaku buat hotel, restoran, cafe, bar, dan venue wellness.


Interior hospitality yang hangat dengan tone earthy terracotta dan olive, finishing batu alam dan kayu, lounge seating melengkung, dan lighting layered yang lembut.
Interior hospitality yang hangat dengan tone earthy terracotta dan olive, finishing batu alam dan kayu, lounge seating melengkung, dan lighting layered yang lembut


1. Desain buat Feeling, Bukan Cuma buat Kamera

Pergeseran terbesar itu dari visual impact ke sensory experience. Designer mikirin gimana light, scent, sound, dan touch ngebentuk mood space, bukan cuma gimana dia keliatan di foto. Artinya lighting yang lebih soft dan layered, acoustic comfort, texture yang enak di bawah kaki dan di ujung jari, dan atmosphere yang konsisten dari entrance sampe meja.


Yang harus dilakuin:Ā Perlakuin lighting, acoustics, scent, dan material sebagai satu experience. Ruangan cantik yang berisik atau lighting-nya keras gak bakal ninggalin memori yang bagus.


2. Storytelling yang Hyper-Local

"Global luxury" yang generik mulai digantiin sama tempat yang berasa berakar di mana dia berada. Material regional, arsitektur vernakular, kerajinan lokal, dan cerita lokal ngasih venue identity yang beda yang gak bisa dicopy di tempat lain.


Yang harus dilakuin:Ā Di Indonesia, itu bisa berarti kayu lokal, batu, rotan, referensi batik dan tenun, keramik regional, dan artist dari daerah itu, dipake dengan restraint biar hasilnya berasa kontemporer, bukan themed.


3. Wellness yang Built-In ke Arsitektur

Wellness gak lagi cuma ada di spa. Elemen biophilic, kualitas udara yang lebih baik, natural light, dan lighting yang circadian-friendly dibangun ke kamar guest, lobby, dan area dining, jadi wellbeing itu bagian dari pengalaman sehari-hari.


Yang harus dilakuin:Ā Masukin daylight, tanaman, ventilasi natural kalo praktis, dan lighting yang geser jadi lebih warm menjelang malam. Di iklim yang panas dan lembap, comfort dan kualitas udara itu bagian dari desain.


4. Palette Earthy yang Warm dan Naiknya Warna Hijau

Abu-abu dingin digantiin tone yang warm dan grounded: sand, clay, terracotta, serta hijau mineral dan olive. Warna-warna ini berasa calm, natural, dan welcoming, dan cocok dipadu sama batu, kayu, dan tekstur anyaman.


Yang harus dilakuin:Ā Bangun palette di sekitar satu atau dua tone earthy yang dominan, lalu tambahin kontras dengan shade yang lebih dalam dan beberapa accent. (Kalo lo mau warna yang lebih bold, pake dengan intent, di feature wall, artwork, atau furniture.)


5. Material Natural yang Jujur dan Craft yang Keliatan

Guest merespons material yang keliatan asli dan menua dengan bagus: batu, kayu, kulit, cork, serat anyaman, dan detail hand-finished. Joinery, jahitan, dan sentuhan handmade yang keliatan nambah karakter dan nandain kualitas.


Yang harus dilakuin:Ā Pilih material yang makin berkarakter seiring pemakaian, dan pastiin dia practical buat venue-nya. Test durability, pembersihan, dan slip resistance sebelum commit, terutama di area food-service dan area basah.


6. Space yang Lebih Soft dan Intimate

Ruangan luas yang bergema mulai digantiin ruangan dengan nook, banquette, sudut lounge, dan skala yang lebih manusiawi. Furniture-nya melengkung dan sculptural, dengan kursi bulat dan sofa empuk menggantikan bentuk yang tajam dan kaku.


Yang harus dilakuin:Ā Pecah ruangan besar jadi zona, mix tipe seating, dan pake bentuk melengkung, upholstery, dan rug biar venue yang lebih besar berasa personal dan lebih tenang.


7. Space yang Fleksibel dan Multi-Use

Lobby, lounge, dan venue dining didesain buat berpindah sepanjang hari, dari kerja atau sarapan di pagi hari ke social dan dining nanti, dan event di malam hari. Furniture modular yang bisa disusun ulang dan lighting yang bisa diatur bikin itu mungkin.


Yang harus dilakuin:Ā Rencanain furniture yang bisa di-rearrange, power dan konektivitas buat guest yang kerja, dan lighting scene yang ngubah mood buat tiap pemakaian.


8. Destinasi Food and Beverage yang Naik Kelas

F&B jadi alasan utama buat berkunjung, bukan cuma amenity. Hotel dan development bikin destinasi dining yang di-curate dengan chef partnership, open kitchen, bar yang punya personality, dan venue yang lebih kecil dan distinct instead of satu restoran besar yang generik.


Yang harus dilakuin:Ā Desain kitchen dan bar sebagai bagian dari show, kasih tiap venue identity sendiri, dan pastiin back-of-house planning support ambisinya. Desain front-of-house yang bagus cuma works kalo operasi di belakangnya juga works.


9. Sustainability, Reuse, dan Longevity

Sustainability jadi ekspektasi baseline. Itu termasuk furniture yang durable, repairable, dan bersumber secara bertanggung jawab, plus piece vintage, item yang di-reupholster, dan found object yang nambah depth dan ngurangin waste.


Yang harus dilakuin:Ā Specify buat longevity, pilih finishing yang gampang di-maintain, dan campur piece baru dengan item yang dipake ulang atau direstorasi buat karakter.


10. Art yang Jadi Bagian dari Arsitektur

Daripada gantung art belakangan, venue nanem piece sculptural dan site-specific ke dinding, ceiling, koridor, dan tangga. Art jadi bagian dari identity dan momen memorable yang guest share.

Yang harus dilakuin:Ā Rencanain art di tahap desain, dengan lighting dan struktur yang mendukungnya, dan komisi artist lokal kalo bisa.


Artinya Buat Space Lo

Lo gak perlu adopt semua tren. Space hospitality yang paling kuat milih beberapa yang cocok sama brand dan guest-nya, lalu eksekusi dengan bagus:

  • Mulai dari concept dan siapa yang lo layanin, bukan dari daftar tren.

  • Pilih dua atau tiga tren yang support cerita itu.

  • Pastiin tiap satunya practical buat iklim, budget, dan operasi lo.

  • Pikirin durability dan maintenance jangka panjang, biar look-nya tahan lama.


Kesimpulannya

Desain hospitality hari ini lebih warm, lebih lokal, lebih sensory, dan lebih fleksibel dari look polished-tapi-impersonal beberapa tahun lalu. Benang merahnya adalah authenticity: space yang berasa memang belong di tempatnya, dan bikin guest ngerasa diperhatiin.


Kita Design Co. (PT Kita Desain Bersama) itu commercial interior design and build studio berbasis Jakarta yang handle project F&B, retail, klinik, wellness, office, sampe sports & fitness space. Lagi plan space hospitality atau F&B? Hubungi kita di www.kitadesign.co.

Komentar


  • Instagram
  • TikTok
  • Facebook

© 2023 by PT Kita Desain Bersama.

Let's Talk

Stay Inspired.

Daftar untuk mendapatkan tips dan wawasan desain bulanan.

Terima kasih telah berlangganan!

© 2023-2026 

by PT Kita Desain Bersama.

bottom of page