top of page

20 Kesalahan Desain Restoran yang Paling Sering Terjadi (dan Cara Menghindarinya)

14 Okt
5 menit membaca

Restoran bisa punya makanan yang enak banget dan tetep struggle gara-gara space tempat makanan itu disajiin. Guest mungkin gak bisa jelasin kenapa suatu tempat berasa gak nyaman, berisik, atau gampang dilupain, tapi mereka ngerasain itu, dan mereka gak balik lagi. Kebanyakan masalah ini predictable, dan hampir semuanya jauh lebih murah dicegah di tahap desain daripada dibenerin setelah opening.


Ini 20 kesalahan desain restoran yang paling sering kita temuin, dikelompokin berdasarkan di mana biasanya masalahnya mulai, masing-masing dengan fix praktis.


Dari seating yang sempit, lighting yang jelek, sampe restroom yang dilupain, ini 20 kesalahan desain restoran yang paling sering kita liat, lengkap dengan fix praktis buat tiap satunya.
Dari seating yang sempit, lighting yang jelek, sampe restroom yang dilupain, ini 20 kesalahan desain restoran yang paling sering kita liat, lengkap dengan fix praktis buat tiap satunya.

Kesalahan di Concept dan Planning

1. Desain tanpa concept yang jelas

Milih finishing dan furniture sebelum lo define restorannya buat siapa, jual apa, dan harus berasa kayak gimana bakal ngehasilin space yang keliatan enak tapi gak ngomong apa-apa. Fix:Ā Tulis concept-nya dulu: audience, price point, mood, dan tiga kata yang lo mau guest pake buat ngedeskripsiin tempatnya. Ukur tiap keputusan desain terhadap itu.


2. Ngikutin trend, bukan bangun identity

Space yang dikendaliin trend cepet outdated dan keliatan sama kayak punya orang lain. Fix:Ā Ambil ide dari trend, tapi anchor desainnya di brand story, cuisine, dan lokasi lo, biar space-nya tetep relevan setelah trend-nya lewat.


3. Gak desain berdasarkan cara guest beneran pake space-nya

Bistro buat date night, restoran keluarga, dan tempat lunch fast-casual butuh table mix, level noise, dan kecepatan turnover yang beda banget. Fix:Ā Petain peak hours, ukuran grup yang umum, dan rata-rata dwell time, lalu desain buat itu, bukan buat guest rata-rata imajiner.


4. Habisin budget di tampilan dan nelantarin back end

Dining room yang cantik dengan dapur yang undersized, kapasitas listrik yang lemah, atau AC yang jelek bikin masalah tiap hari. Fix:Ā Budget buat seluruh operasi, termasuk kitchen, MEP (mechanical, electrical, plumbing), dan ventilasi, sebelum ngalokasiin uang buat dekor.


Kesalahan di Layout dan Flow

5. Layout tanpa flow yang logis

Kalo entrance, waiting area, seating, bar, kitchen, dan restroom gak di-zoning dengan masuk akal, guest dan staff saling papasan dan bottleneck kebentuk. Fix:Ā Rencanain jalur yang terpisah dan jelas buat guest, server, dan delivery, lalu test di floor plan dengan skenario jam sibuk.


6. Jejelin terlalu banyak kursi

Nambah cover terasa profitable sampe guest saling nyenggol kursi dan denger tiap obrolan meja sebelah. Fix:Ā Sisain ruang sirkulasi yang nyaman, dengan aisle utama umumnya sekitar 90 cm atau lebih lebar, dan cek code lokal. Jumlah kursi yang sedikit lebih rendah dengan guest yang lebih happy dan service yang lebih cepet biasanya hasilin lebih banyak.


7. Pake satu ukuran meja buat semuanya

Ruangan yang isinya four-top identik buang space buat pasangan dan gak bisa nampung grup. Fix:Ā Mix meja buat dua orang, empat orang, beberapa meja yang lebih besar, dan mungkin bar atau counter seating, idealnya dengan meja yang bisa digabung atau dipisah.


8. Dapur yang terlalu kecil atau penempatannya salah

Prep dan cooking line yang sempit bikin service lambat dan staff burnout. Fix:Ā Rencanain dapur berdasarkan menu dan workflow-nya, dengan adjacency yang tepat antara prep, cooking, plating, dan dish return. (Kita bahas ini detail di panduan kita soal kitchen planning.)


9. Ngabaiin service flow

Server yang harus nyebrang seluruh dining room, nunggu di pass yang ketutup, atau tabrakan sama guest di pintu yang dipake bareng bikin tiap shift lebih susah. Fix:Ā Posisiin service station, POS, bar pass, dan pintu dapur secara deliberate, dan pisahin jalur server dari jalur guest kalo bisa.


10. Nelantarin entrance dan waiting area

Beberapa detik pertama set tone-nya, dan pintu yang sempit dengan guest antre di antara orang yang lagi makan berasa chaotic. Fix:Ā Kasih entrance titik sambutan yang jelas, tempat nunggu yang nyaman, dan space yang cukup biar yang dateng dan pergi gak ganggu guest yang udah duduk.


Kesalahan di Comfort dan Atmosphere

11. Seating yang gak nyaman

Kursi stylish yang bikin sakit setelah 30 menit mempersingkat kunjungan dan ngerusak review. Fix:Ā Test tinggi, kedalaman, dan sandaran kursi, dan sesuaikan kenyamanannya sama dwell time: kursi fine-dining harus ngajak guest lama-lama, stool quick-service boleh lebih minimal.


12. Lighting yang jelek

Terlalu terang berasa kayak kantin, terlalu gelap bikin guest gak bisa baca menu atau liat makanannya, dan satu layer lighting berasa flat. Fix:Ā Pake layered lighting (ambient, task, dan accent), tambahin dimming, dan atur sepanjang hari, dari lunch yang terang ke dinner yang lebih soft.


13. Ngabaiin acoustics

Lantai keras, dinding keras, dan ceiling tinggi bikin ruangan yang cantik jadi berisik banget, dan guest berhenti menikmati obrolan. Fix:Ā Masukin sound absorption sejak awal, kayak acoustic ceiling panel, upholstered seating, curtain, rug, dan wall treatment yang cocok sama look-nya.


14. Ventilasi, suhu, dan kontrol bau yang jelek

Di kota tropis kayak Jakarta, AC yang lemah dan exhaust yang didesain asal bikin guest kepanasan dan dining room bau dapur. Fix:Ā Engineer ventilasi dan cooling dengan bener dari awal, dengan exhaust, make-up air, dan zoning AC didesain bareng layout-nya.


15. Restroom dianggap afterthought

Restroom itu bagian dari brand experience, dan yang kumuh atau susah dicari ngerusak makan yang enak. Fix:Ā Desain dengan care yang sama kayak dining room: lighting yang bagus, finishing yang durable, fixture yang cukup buat kapasitas lo, gampang dibersihin, dan signage yang jelas.


Kesalahan di Material dan Practicality

16. Milih material yang gak tahan pemakaian harian

Lantai licin, worktop porous, fabric delicate, dan finishing high-maintenance keliatan bagus di hari opening dan jelek enam bulan kemudian. Fix:Ā Pilih material berdasarkan durability, slip resistance, dan gampang dibersihin, terutama di area high-traffic dan food-service, dan konfirmasi maintenance apa yang tiap material butuhin.


17. Storage yang gak cukup

Tanpa storage back-of-house dan front-of-house yang cukup, dus, kursi cadangan, dan supplies berakhir keliatan dan ngehalangin jalan. Fix:Ā Rencanain dry storage, cold storage, linen, cleaning supplies, dan display atau service storage dari awal.


18. Desain buat foto, bukan buat orang

Space yang dibangun biar keliatan bagus di social media bisa impractical dipake, dengan seating yang awkward, meja yang sempit, dan glare. Fix:Ā Desain beberapa momen yang memorable dan photogenic, tapi pastiin seluruh ruangan works buat makan, serving, dan stay lama.


19. Signage yang lemah dan facade yang gampang dilupain

Kalo orang yang lewat gak bisa tau lo jual apa atau bahkan lo lagi buka, desainnya gak ngelakuin tugasnya. Fix:Ā Perlakuin facade, signage, dan window sebagai bagian dari desain interior, dengan visibility yang jelas, lighting yang bagus di malam hari, dan wayfinding di dalam.


Kesalahan di Proses dan Compliance

20. Skip compliance dan koordinasi

Fire exit, perizinan, aturan building management atau fit-out mall, koordinasi MEP, dan regulasi dapur bisa bikin project keganggu di tahap akhir dan mahal kalo diabaikan. Fix:Ā Libatin tim yang handle desain, engineering, dan konstruksi bareng, dan cek requirement dari awal. Pendekatan design-and-build ngurangin handover tempat kesalahan biasanya terjadi.


Quick Checklist Sebelum Lo Bangun

  • Bisa gak lo jelasin concept dan guest-nya dalam satu kalimat?

  • Apakah layout-nya punya jalur yang jelas dan terpisah buat guest, staff, dan delivery?

  • Apakah seating mix-nya match sama customer asli lo, dan apakah nyaman?

  • Apakah lighting-nya layered dan bisa di-dim, dan apakah suara, ventilasi, dan cooling udah direncanain?

  • Apakah material-nya durable, anti-slip, dan gampang dibersihin?

  • Udah rencanain storage, restroom, entrance, dan signage?

  • Udah cek perizinan dan requirement building dari awal?


Kesimpulannya

Kebanyakan kesalahan desain restoran datang dari akar yang sama: desain buat gimana space-nya keliatan, bukan gimana dia works, atau nunda keputusan sampe udah kelamaan buat ngambilnya dengan murah. Bener-in concept, flow, comfort, dan practicalities dulu, dan finishing-nya baru punya fondasi yang solid buat shine.


Kita Design Co. (PT Kita Desain Bersama) itu commercial interior design and build studio berbasis Jakarta yang handle project F&B, retail, klinik, wellness, office, sampe sports & fitness space. Lagi plan restoran baru atau mau refresh? Hubungi kita di www.kitadesign.co.

Komentar


  • Instagram
  • TikTok
  • Facebook

© 2023 by PT Kita Desain Bersama.

Let's Talk

Stay Inspired.

Daftar untuk mendapatkan tips dan wawasan desain bulanan.

Terima kasih telah berlangganan!

© 2023-2026 

by PT Kita Desain Bersama.

bottom of page