top of page

Gimana Cara Ngitung Luas Ideal per Karyawan di Kantor Modern?

5 hari yang lalu
5 menit membaca

"Berapa meter persegi per orang?" itu pertanyaan pertama di hampir semua project kantor, dan jawaban jujurnya: tergantung. Angka tetap per kepala dulu works lumayan pas semua orang punya meja sendiri lima hari seminggu. Di kantor modern dengan jadwal hybrid, shared desk, dan campuran space buat fokus, meeting, dan sosial, satu angka bisa bikin space lo kegedean atau kekecilan banget.


Pendekatan yang lebih bagus itu bangun angkanya dari cara tim lo beneran kerja. Ini metode step-by-step, plus rule of thumb buat ngecek hasilnya. (1 m² itu sekitar 10,76 sqft, dan dua satuan ditampilin di bawah.)


Kantor open-plan modern dengan campuran workstation, ruang meeting, area lounge, dan pantry, direncanain berdasarkan cara tim kerja, didesain Kita Design Co. di Jakarta.
Kantor open-plan modern dengan campuran workstation, ruang meeting, area lounge, dan pantry, direncanain berdasarkan cara tim kerja, didesain Kita Design Co. di Jakarta.



Kenapa Satu Angka "Per Orang" Menyesatkan

Angka kayak "150 sqft per orang" nyembunyiin beberapa hal:

  • Headcount itu bukan jumlah kursi.Ā Kalo orang masuk kantor tiga hari seminggu, lo mungkin gak butuh meja buat semua orang.

  • Meja cuma sebagian dari kantor.Ā Ruang meeting, ruang fokus, pantry, reception, storage, dan sirkulasi bisa makan luas lantai sebanyak workstation-nya sendiri.

  • Tim yang beda kerja dengan cara beda.Ā Tim sales, finance, creative, dan engineering pake space dengan cara yang sangat berbeda.

  • Angkanya tergantung apa yang diukur.Ā Usable area, net area, dan area yang beneran lo bayar sewanya bisa beda jauh.

Pake angka per orang sebagai pengecekan di akhir, bukan titik awal.


Step 1: Hitung Orang Sekarang dan di Masa Depan

Mulai dari headcount sekarang, lalu rencanain pertumbuhan selama masa sewa, sering tiga sampe lima tahun. Masukin:

  • Karyawan, plus kontraktor dan intern yang butuh tempat kerja.

  • Rencana hiring, dan pengurangan yang direncanain.

  • Visitor dan klien yang rutin pake kantor.

Growth buffer sekitar 10 sampe 20 persen itu asumsi awal yang umum, tapi dasarin ke rencana hiring lo sendiri.


Step 2: Tentuin Berapa Kursi yang Beneran Lo Butuhin

Di sinilah hybrid ngubah hitungannya. Estimasi peak attendance, hari paling ramai dalam seminggu, bukan rata-ratanya.

  • Full di kantor:Ā jumlah kursi sama dengan headcount.

  • Hybrid:Ā kursi bisa cuma sebagian dari headcount, berdasarkan hari puncak. Liat data badge, kehadiran sebelumnya, atau jadwal tim, atau tentuin anchor day per tim.

  • Rasio hot-desking:Ā jumlah meja per karyawan. Rasio kayak 0,6 sampe 0,8 meja per orang itu umum di kantor hybrid, tapi sangat tergantung policy dan culture lo.

Hati-hati jangan motong kursi terlalu jauh sampe orang gak nemu tempat di hari sibuk. Itu cepet ngerusak kepercayaan sama modelnya.


Step 3: Pilih Tipe dan Ukuran Workstation

Role yang beda butuh setup yang beda. Alokasi tipikal, sebagai rule of thumb:

Tipe space

Perkiraan luas

Catatan

Open workstation (bench atau meja)

Sekitar 4 sampe 6 m² (43 sampe 65 sqft)

Meja, kursi, dan clearance sekitarnya

Compact atau hot desk

Sekitar 3 sampe 4 m² (32 sampe 43 sqft)

Shared, setup storage ringan

Private office

Sekitar 9 sampe 15 m² (97 sampe 160 sqft)

Tergantung seniority dan furniture

Ruang fokus tertutup atau phone booth

Sekitar 1,5 sampe 4 m² (16 sampe 43 sqft)

Satu orang, call atau deep work

Range ini bervariasi sesuai furniture, standar lokal, dan gaya desain.


Step 4: Tambahin Space Meeting dan Kolaborasi

Kantor modern ngabisin banyak luas lantai buat space kerja bareng. Rencanain per tipe ruangan, bukan sebagai angka gelondongan.

  • Ruang meeting kecil (2 sampe 4 orang):Ā sekitar 6 sampe 10 m².

  • Ruang meeting menengah (6 sampe 8 orang):Ā sekitar 12 sampe 20 m².

  • Ruang meeting atau training besar (10 sampe 16 orang):Ā sekitar 20 sampe 40 m².

  • Area kolaborasi informal dan lounge:Ā disesuaikan sama culture dan ukuran tim lo.

Buat nentuin jumlah ruangan, pikirin seberapa sering orang meeting dan berapa yang ikut. Banyak kantor nemuin mereka butuh lebih banyak ruang kecil dan lebih sedikit ruang besar dari yang awalnya dikira.


Step 5: Tambahin Space Support dan Amenity

Ini space yang sering dilupain sampe plan-nya udah penuh:

  • Reception dan area tunggu.

  • Pantry atau zona cafe,Ā sering jadi hub sosial.

  • Print, copy, supplies, dan storage.

  • Ruang IT atau server.

  • Space wellness dan amenity,Ā kayak musholla, ruang menyusui, ruang quiet, atau area fitness, tergantung kebutuhan tim lo dan ekspektasi lokal.

  • Toilet,Ā kalo ada di dalam area sewa lo.


Step 6: Tambahin Sirkulasi

Orang perlu jalan. Sirkulasi (aisle, koridor, dan ruang terbuka antar zona) umumnya dialokasiin sekitar 20 sampe 35 persen di atas net area, tergantung layout dan bentuk floor plate-nya. Floor plate yang sempit dan gak beraturan biasanya butuh lebih banyak.


Step 7: Konversi ke Usable dan Rentable Area

Apa yang lo desain dan apa yang lo sewa gak selalu angka yang sama.

  • Usable areaĀ itu space yang beneran bisa lo fit-out.

  • Rentable atau leasable areaĀ sering termasuk bagian dari area bersama kayak lobby dan koridor, berdasarkan efisiensi atau load factor gedungnya.

Tanya landlord atau building manager gimana area diukur dan berapa porsi area bersama yang termasuk, biar lo bisa bandingin gedung dengan adil dan hindarin kejutan.


Step 8: Cek dengan Rule of Thumb Per Orang

Setelah lo punya total, bagi dengan headcount dan bandingin dengan benchmark umum. Ini range kasar, dan praktik lokal bervariasi:

Gaya kantor

Perkiraan luas per karyawan

Padat, open-plan, banyak desk-sharing

Sekitar 5 sampe 8 m² (54 sampe 86 sqft)

Kantor modern atau hybrid yang umum

Sekitar 8 sampe 12 m² (86 sampe 129 sqft)

Tradisional, lebih banyak ruang privat dan meeting

Sekitar 12 sampe 18 m² (129 sampe 194 sqft)

Kalo hasil lo jauh di luar range buat gaya lo, review asumsi lo: kursi, jumlah ruangan, dan sirkulasi.


Contoh Perhitungan (Ilustratif)

Perusahaan 80 orang dengan policy hybrid. Asumsiin peak attendance sekitar 60 persen, jadi 48 meja.

Item

Perhitungan

Luas

Workstation

48 meja x 4,5 m²

216 m²

Ruang meeting

1 besar (24 m²) + 2 kecil (masing-masing 9 m²)

42 m²

Focus booth

4 x 2 m²

8 m²

Kolaborasi atau lounge


30 m²

Reception


20 m²

Pantry atau cafe


30 m²

Storage, print, IT


15 m²

Musholla dan ruang wellness


12 m²

Net area


373 m²

Sirkulasi

+25%

sekitar 93 m²

Subtotal


sekitar 466 m²

Growth buffer

+10%

sekitar 513 m²


Hasil: sekitar 513 m² (kira-kira 5.520 sqft) total, atau sekitar 6,4 m² (69 sqft) per karyawan. Per meja, plan-nya jatuh di sekitar 10,7 m² (115 sqft).

Ini contoh yang disederhanain, jadi angka lo sendiri bakal beda. Perhatiin bahwa hasil per kepala keliatan rendah dibanding kantor zaman dulu, karena dia mengasumsikan model hybrid di mana gak semua orang masuk di hari yang sama. Kalo perusahaan yang sama mewajibkan semua orang masuk lima hari seminggu, jumlah meja dan total luasnya bakal jauh lebih besar.


Kesalahan Umum

  • Pake satu angka per orangĀ tanpa ngecek gimana tim lo kerja.

  • Merencanain berdasarkan rata-rata kehadiranĀ dan nemuin kantornya sesak di hari paling sibuk.

  • Lupa pertumbuhanĀ dan kehabisan space jauh sebelum sewa berakhir.

  • Kurang ngalokasiin ruang meeting,Ā lalu orang nelpon di mejanya.

  • Ngabaiin sirkulasi dan space support.

  • Ngebandingin rentable area dengan usable areaĀ dan meremehkan biaya sebenarnya.

  • Ngelewatin orangnya.Ā Survey tim soal cara mereka kerja sebelum nentuin ukuran space.

  • Gak ngecek regulasi bangunan dan kebakaran lokal,Ā yang bisa membatasi okupansi per area.


Quick Checklist

  • Udah punya headcount sekarang dan masa depan?

  • Udah estimasi peak attendance dan rasio meja?

  • Udah pilih tipe workstation per role?

  • Udah ukur space meeting, fokus, dan kolaborasi per tipe ruangan?

  • Udah masukin space support dan amenity?

  • Udah nambah sirkulasi dan growth buffer?

  • Tau gak angkanya usable atau rentable?

  • Apakah angka per orang akhirnya cocok sama gaya kantor lo?


Kesimpulannya

Jangan mulai dari angka per orang. Mulai dari cara tim lo kerja: siapa yang masuk dan kapan, jenis space apa yang mereka butuhin, dan gimana lo expect bakal tumbuh. Bangun luasnya dari workstation, space meeting dan kolaborasi, space support, dan sirkulasi, lalu konversi ke usable dan rentable area dan cek terhadap rule of thumb. Angka per orang harusnya jadi hasil dari plan lo, bukan inputnya.


Kita Design Co. (PT Kita Desain Bersama) itu commercial interior design and build studio berbasis Jakarta yang handle project F&B, retail, klinik, wellness, office, sampe sports & fitness space. Lagi plan kantor? Hubungi kita di www.kitadesign.co.

Komentar


  • Instagram
  • TikTok
  • Facebook

© 2023 by PT Kita Desain Bersama.

Let's Talk

Stay Inspired.

Daftar untuk mendapatkan tips dan wawasan desain bulanan.

Terima kasih telah berlangganan!

© 2023-2026 

by PT Kita Desain Bersama.

bottom of page