top of page

Apa yang Nge-inspire Gue Sebagai Interior Designer

Diperbarui: 29 Jul

Orang sering banget nanya ini ke gue, biasanya expect jawaban kayak "Scandinavian minimalism" atau "Japandi." Jawaban jujur gue jauh lebih gak rapi dari itu: inspirasi gue datang dari color combination yang vibrant — yang jenisnya bisa langsung ngasih emosi tertentu begitu lo set foot ke dalam space itu. Dan gue jarang banget nemuin combination kayak gitu di majalah design — lebih sering gue nemuin di tempat lain sama sekali: sebuah painting, sebuah brand, sebuah fashion collection.


Warna Dulu, Kategori Belakangan

Gue gak masuk ke interior design lewat design degree. Background gue itu finance, marketing, sama product management — gue bikin sistem dan baca data jauh sebelum gue pernah spesifikasi material. Jadi kalo orang nanya gue "aliran design" apa yang gue anut, jawaban jujurnya: gak ada satupun, dan itu on purpose. Yang gue trust instead itu pertanyaan yang jauh lebih simple — combination warna ini bikin gue ngerasain sesuatu gak, begitu gue liat?


Itu filter yang gue pake buat semuanya. Bukan "ini lagi trend gak," bukan "ini bakal bagus difoto gak" — tapi apakah color story ini create emotional reaction dengan cepet, kayak painting yang bagus banget bahkan sebelum lo sempet process kenapa lo suka sama itu.


An abstract painting that inspire Avina to create a colorful interior of a bar concept.

Kenapa Painting, Brand, dan Fashion — Bukan Interior Lain

Gue jarang mulai mood board dengan liat restoran atau toko lain. Kalo gue lakuin itu, gue bakal cuma akhirnya re-create apa yang udah ada di luar sana, di-filter lewat taste gue sendiri, yang itu bukan inspirasi — itu imitasi dengan extra steps.


Painting ngajarin gue soal color relationship yang gak ada hubungannya sama function — color story yang exist murni buat create feeling, tanpa client brief, tanpa budget, tanpa floor plan yang nempel di situ. Fashion ngajarin gue gimana warna bergerak sama body dan sama light, gimana palette yang works pas diem bisa completely change begitu ada motion. Dan branding ngajarin gue discipline — gimana brand yang kuat commit ke dua atau tiga warna dan repeat itu dengan total confidence, instead of nyoba bilang semuanya sekaligus.


Gabungin ketiganya, dan lo dapet color combination yang berasa emotionally specific, bukan generically "bagus." Itu perbedaan yang selalu gue kejar.


Dari Inspirasi ke Physical Space

Bagian yang susah itu bukan nemuin color combination yang gue suka — tapi translate sesuatu yang two-dimensional, atau sesuatu yang dipake di badan, jadi three-dimensional commercial space yang tetep harus function sebagai restoran, klinik, atau toko retail. Palette yang works di painting itu gak otomatis works di skala dining room, di bawah lighting artificial, di material yang harus survive bertahun-tahun dipake tiap hari.


Translation itu di situlah actual design work-nya kejadian. Inspirasi ngasih gue emotional target-nya — apa yang harusnya orang rasain begitu mereka jalan masuk. Semua yang setelahnya — pilihan material, lighting, proportion, seberapa banyak warna bold yang dipake dan di mana — itu soal protect feeling awal itu sampe ke built space-nya, tanpa kehilangan itu di prosesnya.


Kenapa Ini Penting buat Space yang Gue Design

Gue rasa banyak commercial interior default ke palette yang safe dan neutral karena warna itu berasa risky — gimana kalo cepet outdated, gimana kalo gak bagus difoto, gimana kalo polarizing. Gue lebih milih bikin space yang bikin orang ngerasain sesuatu yang specific dibanding space yang inoffensive buat semua orang tapi memorable buat gak ada orang.


Itu sebenernya yang narik gue ke warna sebagai starting point, bukan layout atau material: warna itu cara paling cepet buat create emotional reaction di suatu space, sebelum orang sempet mikir secara logical. Dan instant reaction itu — itu hal yang sama yang dilakuin sama painting, fashion look, atau brand yang kuat pas mereka stop gue di tempat. Gue cuma translate itu jadi room, bukan canvas.



Avina Kantaatmadja adalah founder Kita Design Co. (PT Kita Desain Bersama), commercial interior design and build studio berbasis Jakarta yang handle project F&B, retail, klinik, wellness, office, sampe sports & fitness space.

Komentar


  • Instagram
  • TikTok
  • Facebook

© 2023 by PT Kita Desain Bersama.

Let's Talk

Stay Inspired.

Daftar untuk mendapatkan tips dan wawasan desain bulanan.

Terima kasih telah berlangganan!

© 2023-2026 

by PT Kita Desain Bersama.

bottom of page