Apa yang Harus Lo Perhatiin Pas Interview Interior Designer?
- Avina Kantaatmadja

- 29 Jul
- 4 menit membaca
Salah pilih interior designer itu bukan cuma experience yang jelek — tapi expensive. Mismatch biasanya baru keliatan pas lo udah committed: budget yang overrun, design direction yang gak fit sama brand lo, timeline yang terus-terusan molor. Kebanyakan risk itu sebenernya udah visible lebih awal dari yang orang sadarin, kalo lo tau apa yang harus dicari dan didengerin di conversation pertama.

Ini framework praktis buat interview interior designer — buat restoran, toko retail, office, klinik, atau commercial space apapun.
1. Liat Portfolio yang Relevant, Bukan Cuma yang Cantik
Portfolio yang cantik itu gak sama dengan yang relevant. Cari specifically project di kategori lo — designer yang udah bikin residential work yang stunning belum tentu otomatis equipped buat solve kitchen flow commercial, accessibility requirement, atau sirkulasi retail yang high-traffic.
Tanya: "Bisa liat project yang mirip skala dan kategorinya sama project gue, dan cerita soal problem yang harus lo solve di situ?" Designer yang bisa ngomong specific soal real constraint yang mereka navigate itu ngasih tau lo jauh lebih banyak dibanding portfolio foto final yang udah polished.
2. Pahamin Design Process Mereka, Step by Step
Designer dengan process yang jelas dan repeatable itu generally lower-risk dibanding yang describe approach-nya secara vague. Minta mereka walk lo through process-nya dari first meeting sampe handover — gimana concept development-nya jalan, berapa round revisi yang typical, gimana drawing di-approve, gimana construction-nya di-manage.
Waspadain: Jawaban vague kayak "tergantung sih" buat tiap pertanyaan process. Beberapa variasi itu normal, tapi designer harusnya tetep bisa describe structured default process, bukan reinvent buat tiap client.
3. Tanya Gimana Mereka Handle Budget — Secara Jujur
Ini bagian di mana banyak project jadi salah arah. Tanya langsung: "Apa yang typically bikin budget over di project kayak punya gue, dan gimana lo manage risk itu?" Designer dengan real experience bakal punya jawaban yang specific dan jujur — lead time material, structural surprise di bangunan lama, scope change di tengah project. Designer yang klaim budget "gak pernah" over itu either inexperienced atau gak straight sama lo.
Tanya juga: Apakah quote mereka itemized (design fee, procurement, construction, contingency) atau di-bundle jadi satu angka. Itemized hampir selalu lebih bagus buat kemampuan lo ambil trade-off decision belakangan.
4. Tanya Soal Design-and-Build vs. Design-Only
Distinction ini lebih penting dari yang orang expect. Studio design-only ngasih lo drawing terus mundur — lo yang responsible buat cari dan manage contractor. Studio design-and-build itu manage full process, dari concept sampe construction, di bawah satu team.
Gak ada yang inherently lebih bagus, tapi fit yang salah buat situasi lo create friction real. Kalo lo gak punya waktu atau experience buat manage contractor secara terpisah, studio design-and-build significantly ngurangin operational burden lo — worth banget ditanyain langsung model mana yang mereka operate, dan kenapa.
5. Minta Reference — dan Beneran Telepon Mereka
Portfolio nunjukin finished work; reference ngasih tau lo gimana process-nya beneran kayak apa buat dilewatin. Minta minimal satu reference dari project yang selesai dalam setahun terakhir, dan tanya reference itu pertanyaan spesifik: Project-nya selesai sesuai budget? Sesuai timeline? Gimana designer-nya handle masalah pas ada, bukan cuma pas semuanya jalan lancar?
Red flag: Designer yang reluctant buat kasih reference, atau cuma nawarin reference dari project yang udah selesai bertahun-tahun lalu.
6. Gauge Apakah Mereka Denger atau Cuma Presentasi
Di interview itu sendiri, perhatiin apakah designer-nya nyoba understand brand dan bisnis lo, atau lebih banyak presentasi visual point of view mereka sendiri. Commercial designer yang bagus nanya soal customer lo, operational lo, budget constraint lo, dan brand story lo sebelum jump ke visual direction. Yang langsung lead dengan "ini style gue" regardless dari apa yang udah lo ceritain soal bisnis lo, itu signal mereka mungkin design buat portfolio mereka sendiri, bukan buat brand lo.
7. Cek Familiarity Technical dan Regulatory
Apalagi buat F&B, klinik, dan kategori lain yang regulated, tanya langsung apakah mereka familiar sama code dan compliance requirement spesifik buat tipe bisnis lo — ventilation kitchen dan fire safety buat restoran, accessibility dan sanitation standard buat klinik, occupancy limit buat venue yang high-traffic manapun. Designer tanpa familiarity ini gak otomatis disqualified, tapi itu ngubah seberapa ketat lo perlu verify drawing mereka sama specialist consultant belakangan.
8. Klarifikasi Timeline dan Communication Expectation dari Awal
Tanya seberapa sering lo bisa expect update, siapa main point of contact lo, dan berapa typical response time buat pertanyaan selama project aktif. Misaligned expectation di sini — client yang expect update harian sama studio yang report mingguan — bikin relationship friction jauh lebih banyak sepanjang project dibanding hampir semua disagreement soal design.
Pertanyaan yang Worth Ditanyain di Tiap Interview
Bisa liat project yang mirip sama punya gue, dan problem apa yang lo solve di situ?
Gimana process lo, dari first meeting sampe handover?
Apa yang typically bikin budget over di project kayak punya gue, dan gimana lo manage itu?
Lo nawarin design-only atau design-and-build?
Bisa gue ngobrol sama recent client reference?
Berapa typical timeline buat project skala ini?
Gimana kita bakal communicate selama project, dan seberapa sering?
Kesimpulannya
Signal terbaik di interview interior designer itu bukan seberapa impressive portfolio-nya keliatan — tapi seberapa specific dan jujur mereka jawab pertanyaan soal process, budget, dan problem yang pernah kejadian. Designer yang comfortable ngomongin soal apa yang pernah salah di project sebelumnya, dan gimana mereka handle itu, hampir selalu jadi pilihan yang lebih aman dibanding yang cuma mau ngomongin apa yang selalu jalan lancar.
Kita Design Co. (PT Kita Desain Bersama) itu commercial interior design and build studio berbasis Jakarta yang handle project F&B, retail, klinik, wellness, office, sampe sports & fitness space. Happy buat walk lo through process kita langsung — hubungi kita buat mulai obrolannya.



Komentar